banner 728x250
Kasus  

Siswa SMA di Sergai Meninggal Dunia, Keluarga Minta Polisi Usut Tuntas Dugaan Tindak Kekerasan

banner 120x600
banner 468x60

Serdang Bedagai, Sumatera Utara – Senin, 13-04-2026. Seorang pelajar SMA berinisial RA (16), warga Dusun IV Desa Gempolan, Kabupaten Serdang Bedagai, meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan di dua rumah sakit berbeda. Peristiwa yang diduga berkaitan dengan tindak kekerasan ini kini dalam penanganan pihak kepolisian, sementara keluarga korban berharap kasus tersebut diusut secara tuntas.

Korban dinyatakan meninggal dunia setelah dirujuk ke RSU Murni Teguh di Pematang Siantar. Sebelumnya, RA sempat mendapatkan penanganan awal di RSU Bhayangkara Tebing Tinggi. Jenazah kemudian dibawa ke rumah duka di Dusun IV Desa Gempolan, Kabupaten Serdang Bedagai. Rencananya, pemakaman akan dilaksanakan pada Selasa, 14 April 2026.

banner 325x300

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa yang menimpa korban terjadi pada Sabtu malam (11/4/2026) sekitar pukul 23.00 WIB. Saat itu, korban ditemukan dalam kondisi kritis di pinggir jalan wilayah Tebing Tinggi. Warga yang menemukan korban kemudian berupaya memberikan pertolongan dengan membawanya ke fasilitas kesehatan terdekat.

Orang tua korban, Marnaek Ambarita, mengaku pertama kali mengetahui kejadian tersebut dari teman-teman korban. Ia kemudian langsung menuju RSU Bhayangkara Tebing Tinggi untuk memastikan kondisi anaknya. Namun, karena keterbatasan penanganan medis, pihak rumah sakit merujuk korban ke RSU Murni Teguh di Pematang Siantar. Meski telah mendapatkan penanganan lanjutan, nyawa korban tidak dapat diselamatkan.

“Awalnya kami dapat kabar dari teman-temannya. Kami langsung ke rumah sakit, tapi kemudian dirujuk lagi ke Pematang Siantar. Di sana akhirnya dinyatakan meninggal,” ujar pihak keluarga dengan nada duka.

Keluarga korban telah melaporkan kejadian tersebut ke Polres Tebing Tinggi pada Minggu, 12 April 2026 sekitar pukul 01.00 WIB melalui Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT). Laporan tersebut tercatat dengan nomor: STTLP/B/21/IV/2026/SPKT/Polres Tebing Tinggi/Polda Sumatera Utara.

Sehari setelah laporan dibuat, pada Senin (13/4/2026), salah satu anggota keluarga korban, Jahoras Manik, bersama kerabat lainnya mendatangi Polres Tebing Tinggi untuk menindaklanjuti laporan tersebut. Mereka diterima di bagian SPKT dan kemudian diarahkan ke unit Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim).

Menurut keterangan Jahoras Manik, saat berada di depan ruang Satreskrim, pihak keluarga secara tidak sengaja melihat sejumlah orang yang diduga sebagai pelaku sedang diamankan petugas. Para terduga pelaku terlihat dalam kondisi diborgol dan dikawal oleh aparat kepolisian.

“Saat kami di sana, kami melihat beberapa orang yang diduga pelaku sudah diamankan. Petugas juga menyampaikan bahwa mereka telah berhasil menangkap para pelaku,” ungkapnya.

Meski demikian, hingga saat ini pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait jumlah tersangka maupun motif di balik kejadian tersebut. Proses penyelidikan dan penyidikan masih terus berlangsung.

RA diketahui merupakan siswa kelas 10 di salah satu SMA swasta di Kecamatan Sei Bamban, Kabupaten Serdang Bedagai. Ia sebelumnya merupakan siswa pindahan dari SMA Negeri 1 Sei Bamban. Pihak sekolah menyampaikan duka mendalam atas kepergian korban.

Kepala sekolah melalui perwakilan pihak sekolah, Lemar Lumban Raja, menyampaikan bahwa korban dikenal sebagai pribadi yang baik selama bersekolah. “Almarhum dikenal sopan dan tidak pernah terlibat masalah di lingkungan sekolah. Kami sangat kehilangan,” ujarnya saat melayat ke rumah duka.

Kepergian RA meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, teman-teman, serta lingkungan sekolah. Pihak keluarga berharap aparat kepolisian dapat mengusut kasus ini secara transparan dan memberikan keadilan bagi korban.

“Kami berharap polisi bisa mengusut tuntas kejadian ini dan memberikan hukuman yang setimpal kepada pelaku,” ujar keluarga korban.

Kasus ini menjadi perhatian masyarakat setempat, terutama terkait keselamatan remaja di ruang publik pada malam hari. Warga berharap kejadian serupa tidak terulang kembali dan meminta aparat meningkatkan pengawasan di wilayah rawan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut. Informasi lebih lanjut akan disampaikan setelah proses penyelidikan mencapai perkembangan signifikan.(Budiman Manik).

Loading

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *