banner 728x250

Pesan Keras dari Polda Sumut: Etika Jurnalistik Harga Mati, Tak Bisa Dinegosiasi

banner 120x600
banner 468x60

Medan, 1 April 2026 – Komitmen terhadap etika jurnalistik kembali ditegaskan oleh Kabid Humas Polda Sumatera Utara, Kombes Pol Ferry Walintukan. Dalam pertemuan silaturahmi bersama insan pers, ia menyampaikan pesan tegas bahwa etika dalam dunia jurnalistik adalah harga mati yang tidak bisa dinegosiasikan dalam kondisi apa pun.

Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (1/4/2026) pukul 11.00 WIB di ruang kerja Kabid Humas Polda Sumut ini menjadi momen penting untuk mempererat hubungan sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menjaga kualitas informasi publik. Suasana yang awalnya santai berubah menjadi penuh makna saat isu profesionalisme dan integritas wartawan menjadi sorotan utama.

banner 325x300

Dalam penyampaiannya, Kombes Ferry mengingatkan bahwa profesi wartawan memiliki peran strategis dalam membentuk opini publik. Oleh karena itu, setiap jurnalis dituntut untuk bekerja secara profesional, menjunjung tinggi kebenaran, serta tidak menyalahgunakan profesi untuk kepentingan pribadi maupun kelompok.

“Wartawan ya wartawan, LSM ya LSM. Jangan dicampuradukkan. Setiap profesi punya fungsi dan tanggung jawab masing-masing. Kalau keluar dari koridor, itu bukan lagi jurnalisme yang benar,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa setiap produk jurnalistik harus memenuhi prinsip dasar, yakni akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan. Menurutnya, kepercayaan masyarakat terhadap media adalah aset terbesar yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab.

“Kalau kepercayaan publik rusak, dampaknya besar. Bukan hanya pada media, tapi juga pada stabilitas informasi di tengah masyarakat,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh insan pers untuk terus berpedoman pada kode etik jurnalistik yang telah ditetapkan oleh Dewan Pers sebagai acuan dalam menjalankan tugas jurnalistik secara profesional.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Pimpinan Umum Media Group, Budiman Sihombing, serta Pemimpin Redaksi Intelnews, Budiman Manik. Dalam kesempatan tersebut, Budiman Sihombing menyampaikan bahwa media memiliki tanggung jawab besar sebagai penjaga kepercayaan publik.

“Media bukan sekadar menyampaikan informasi, tetapi juga menjadi penjaga kepercayaan masyarakat. Karena itu, integritas dan etika harus menjadi fondasi utama dalam setiap pemberitaan,” ujarnya.

Silaturahmi ini menjadi lebih dari sekadar pertemuan biasa. Di tengah maraknya hoaks dan kepentingan tertentu yang mencoba memanfaatkan media, kegiatan ini menjadi pengingat kuat bahwa profesionalisme dan etika adalah benteng utama bagi insan pers.

Diharapkan, sinergi antara kepolisian dan media dapat terus terjalin dengan baik demi menghadirkan informasi yang akurat, berimbang, dan bermanfaat bagi masyarakat luas.

Pesannya tegas dan jelas: wartawan adalah penjaga kebenaran, bukan alat kepentingan.

Loading

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *