banner 728x250

Go Green 01 Jadi Langkah Nyata SDN 01 Pulogebang Wujudkan Sekolah Ramah Lingkungan

banner 120x600
banner 468x60

Jakarta Timur, 17 Juni 2026 — Suara tawa, tepuk tangan, dan yel-yel lingkungan bergema di halaman SDN 01 Pulogebang, Cakung, Jakarta Timur, Rabu (17/6/2026). Di tengah semangat para siswa yang berbaris rapi, sebuah gerakan hijau resmi dimulai. SDN 01 Pulogebang meluncurkan program Bank Sampah Go Green 01, hasil kolaborasi dengan Komite Sekolah dan Bank Sampah Bio Karya Mandiri (BKM).

Mengusung slogan “Kelola Sampah, Kurangi Limbah, Selamatkan Bumi”, program ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Lebih dari itu, Go Green 01 menjadi upaya nyata menanamkan kesadaran lingkungan kepada anak-anak sejak usia dini melalui pengalaman belajar yang menyenangkan dan aplikatif.

banner 325x300

Pagi itu, halaman sekolah berubah menjadi ruang belajar terbuka. Para siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 tampak antusias mengikuti sosialisasi sekaligus penimbangan perdana sampah yang menjadi penanda dimulainya operasional Bank Sampah Go Green 01.

Kepala SDN 01 Pulogebang, Widhy Restuti Sari, M.Pd., menyampaikan bahwa program ini menjadi bagian dari pendidikan karakter yang ingin dibangun sekolah.

“Kami menyambut baik kerja sama dengan Bank Sampah Bio Karya Mandiri karena ini menjadi pengalaman belajar yang sangat berharga bagi siswa. Harapan kami, anak-anak mengenal apa itu sampah, memahami manfaat pengelolaannya, serta mampu mengubah sampah menjadi sesuatu yang bernilai dan bermanfaat,” ujarnya.

Menurut Widhy, pembelajaran mengenai lingkungan tidak cukup hanya melalui teori di dalam kelas. Anak-anak perlu melihat, merasakan, dan mempraktikkan langsung bagaimana sampah dapat dikelola dengan baik.

“Dari kelas 1 hingga kelas 6, mereka akan belajar memilah, mengolah, dan menjadikan pengelolaan sampah sebagai bagian dari prestasi sekolah,” tambahnya.

Belajar Lingkungan dengan Cara yang Menyenangkan

Dalam sesi edukasi yang dipandu oleh Tri dan Marwan dari Bank Sampah Bio Karya Mandiri, para siswa diperkenalkan pada empat kategori sampah yang harus dipilah sejak dari sumbernya.

Mereka belajar membedakan sampah organik seperti sisa makanan dan daun kering yang bisa diolah menjadi kompos, eco enzyme, hingga pakan maggot. Mereka juga dikenalkan pada sampah anorganik yang dapat didaur ulang, sampah B3 yang memerlukan penanganan khusus, serta sampah residu yang sulit diolah kembali.

Agar materi mudah dipahami, sosialisasi dikemas secara interaktif melalui permainan edukatif dan kuis lingkungan. Setiap kali pertanyaan dilontarkan, tangan-tangan kecil langsung terangkat tinggi. Sorak sorai pun pecah ketika siswa yang berhasil menjawab mendapatkan hadiah berupa susu botol dan ember.

Suasana semakin meriah saat seluruh peserta bersama-sama meneriakkan yel-yel:

“Bersihkan Sampahmu dengan 3 AH: Cegah, Pilah, Olah!”

Yel-yel sederhana itu menjadi simbol semangat baru yang ingin ditanamkan kepada seluruh warga sekolah.

Dukungan Orang Tua untuk Masa Depan yang Lebih Hijau

Keberhasilan program ini tidak lepas dari dukungan orang tua siswa. Ketua Komite SDN 01 Pulogebang, Ika Widya, menilai program bank sampah mampu mengubah cara pandang anak-anak terhadap sampah.

“Kegiatan ini sangat bagus karena membuat anak-anak memahami bahwa sampah bukan sekadar barang buangan, tetapi dapat diolah dan dimanfaatkan. Selain itu, program ini mendukung gerakan Go Green dan penyelamatan bumi,” katanya.

Ia berharap kebiasaan memilah sampah yang dibangun di sekolah dapat terus dilakukan di rumah sehingga menjadi budaya positif yang tumbuh bersama anak-anak.

Apresiasi dari Dinas Lingkungan Hidup

Langkah SDN 01 Pulogebang juga mendapat apresiasi dari Dinas Lingkungan Hidup. Pendamping Bank Sampah Pulogebang, Sri Budiarti, menilai pendidikan lingkungan harus dimulai sejak usia sekolah.

“Ini langkah yang sangat baik. Anak-anak diberikan edukasi sejak dini mengenai jenis-jenis sampah dan bagaimana cara mengelolanya. Dengan adanya bank sampah di sekolah, mereka akan terbiasa memilah sampah dan membawa kebiasaan baik tersebut ke rumah maupun lingkungan sekitar,” ujarnya.

Menurutnya, kebiasaan sederhana yang dibangun sejak kecil dapat menjadi fondasi penting dalam menciptakan masyarakat yang lebih peduli terhadap lingkungan di masa depan.

Ketika Sampah Menjadi Tabungan

Menariknya, program Go Green 01 tidak hanya berbicara soal kebersihan dan lingkungan. Para siswa juga diperkenalkan pada nilai ekonomi yang terkandung dalam sampah.

Ketua Bank Sampah Bio Karya Mandiri, Marwan, menjelaskan bahwa sampah yang telah dipilah dapat ditabung layaknya menabung uang.

“Kami mengedukasi siswa untuk memilah sampah menggunakan empat jenis tong sesuai kategorinya. Selain menjaga lingkungan, sampah yang terkumpul juga memiliki nilai ekonomi yang bisa dimanfaatkan untuk mendukung berbagai kegiatan siswa,” jelasnya.

Selain pengelolaan sampah anorganik, pihaknya juga memperkenalkan program pengumpulan minyak jelantah yang nantinya akan didaur ulang agar tidak mencemari lingkungan.

Bagi anak-anak, konsep tersebut menjadi pengalaman baru yang menarik. Mereka belajar bahwa benda yang selama ini dianggap tidak berguna ternyata dapat memiliki nilai dan manfaat jika dikelola dengan benar.

Menjadi Pelopor Sekolah Peduli Lingkungan

Peluncuran Bank Sampah Go Green 01 menjadi bukti bahwa pendidikan lingkungan hidup tidak harus menunggu anak dewasa. Kesadaran menjaga bumi dapat ditanamkan sejak bangku sekolah dasar melalui kebiasaan-kebiasaan sederhana yang dilakukan setiap hari.

Kolaborasi antara sekolah, komite, orang tua, Bank Sampah Bio Karya Mandiri, dan Dinas Lingkungan Hidup menjadi contoh nyata bagaimana pendidikan karakter dapat berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap lingkungan.

Dari halaman SDN 01 Pulogebang, sebuah pesan sederhana namun penting kembali digaungkan: menjaga bumi dimulai dari langkah kecil yang dilakukan bersama.

Karena dari kebiasaan memilah sampah hari ini, lahirlah generasi yang lebih peduli terhadap lingkungan di masa depan.

Cegah, Pilah, dan Olah. Dari sampah, tumbuh harapan untuk bumi yang lebih baik.

Loading

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *